FALLACIES OF REASONING
(Kesalahan-kesalahan dalam menalar logika)
Fallacy dibagi menjadi 2 yaitu :
- Formal Fallacy
- Informal Fallacy > kesalahan logika karena konteks salah. Contoh: “ngomong” punya banyak arti. Infromal Fallacy dibagi menjadi 4 kelompok
- Linguistic
- Relevance-Omission
- Relevance-Intrusion
- Relevance-Presumption
Formal Fallacy dibagi menjadi beberapa macam:
- Affirming the consequent > menyimpulkan sebab dari akibat.
- Conclusion which denies premises > kesimpulan yang berlawanan dengan premis.
- Contradictiory premises > premis yang bertentangan.
- Denying the antecedent > menentang sebab untuk membalikkan akibat.
- Exclusive premises > menggunakan 2 premis negative
- Existential Fallacy > Premis menyatakan “semua”, namun kesimpulan menyatakan “beberapa”, merayu orang percaya bahwa premis benar.
- False conversion > membalik fakta yang mengandung “beberapa”.
- Illicit process > satu atribut kelompok ini dan itu sama, bukan berarti atribut yang lain juga sama.
- Positive conclusion, negative premis > Kesimpulan positif berdasar 2 premis dimana salah satunya adalah negatif
- Quaternio terminorum > Empat pernyataan
- Undistributed middle > ciri kelas diambil sebagian untuk menyamakan kedua kelas.
Informal Fallacy (Linguistic) dibagi menjadi beberapa macam yaitu:
- Linguistic accent > maksud suatu pernyataan tergantung konteks (menyelewengkan maksud).
- Linguistic amphiboly > susunan kalimat yang ambigu.
- Linguistic composition > benar untuk setiap member, belum tentu benar untuk seluruh kelas.
- Linguistic division > kebalikan composition.
- Linguistic equivocation > menggunakan arti yang ambigu untuk mengakali.
- Linguistic reification / hypostatization > menganggap setiap kata memiliki eksistensi nyata.
To be Continued.. . ^0^