Yongky’s Blog

Juni 11, 2009

TUGAS UAS-Analisa Kasus

Filed under: Kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan — g00db0y90 @ 4:08 pm
  1. 1. Ada seorang teman cewek (si X) belum menikah. Dia memiliki konsep kesetiaan seperti ini pada cowoknya. Dia tidak mau makan berdua dengan cowok lain. Saya berpendapat bahwa teman cewek tersebut piktor karena saya menganggap dia menilai dari masalah sexual.
    1. Mengapa dia membedakan teman cowok / cewek ?
    2. Dia berprasangka buruk terhadap temannya. Mungkin salah (ada fallacy) Temukan fallacy sebanyak-banyaknya!
  • Tanggapan
  1. Karena memang ada perbedaan yang cukup signifikan antara pria dan wanita. Salah satunya hubungan sosial / tingkah laku antara pria dan wanita. (http://id.wikipedia.org/wiki/Gender). Selain itu, pria memiliki ciri biologis yang cukup ekstrim yang membedakan dengan wanita yakni organ seks. Sistem reprodusi pria dapat menghasilkan sperma yang berguna untuk membuahi ovum yang dimiliki oleh wanita sehingga si wanita bisa hamil dsb. (http://id.wikipedia.org/wiki/Laki-laki#Biologi_dan_ciri-ciri). Si X memiliki kekhawatiran yang berlebihan jika dia makan berdua dengan cowok lain, selanjutnya dia akan melanjutkan ke arah yang lebih “jauh”. Apalagi dia belum menikah. Bagaimana kalau seandainya dia hamil di luar nikah??
  2. Banyak fallacy yang terjadi pada kasus di atas:
  • denying the antecedent: Bila orang yang berbeda jenis kelamin(co-ce) pergi berdua, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bila pergi bersama orang yang sama jenis kelaminnya(ce-ce) maka tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  
  • exclussive premises: Beberapa laki-laki tidak mata keranjang. Beberapa orang yang mata keranjang suka memperkosa wanita. Jadi beberapa laki-laki suka memperkosa wanita.
  • existential fallacy: Semua tindakan asusila terjadi karena laki-laki dan perempuan berada dalam tempat yang sama. Beberapa kasus penangkapan tindakan asusila selalu menemukan pria dan wanita berada dalam satu tempat yang sama.
  • false conversion: Semua pria suka sex. Semua yang suka sex adalah pria
  • undistributed middle: Semua cowok suka wanita. Semua pemerkosa suka wanita. Semua cowok adalah pemerkosa.
  • Amphiboly: Dia tidak mau makan berdua dengan cowok lain. Yang dimaksud cowok adalah jenis kelamin laki-laki. Apakah berbahaya jika makan berdua dengan seorang balita laki-laki??
  • Composition: Pasti semua pria adalah buaya darat. Setiap pria yang kutemui suka menggoda wanita.
  • one-sided assessment: Aku tidak akan makan berdua dengan cowok lain. Karena cowok lain suka menggodaku dan nanti cowokku akan cemburu.
  • Special Pleading: Mungkin bagi sebagian besar orang pergi berdua dengan cowok lain adalah hal biasa. Tapi saya adalah cewe kayng menjunjung tinggi kesetiaan.
  • the straw man: Mana mungkin aku mau makan berdua dengan cowok lain? Beberapa kasus pemerkosaan dilakukan tersangka dengan bujukan mengajak makan korban.
  • unaccepted enthymemes: Aku tidak mau makan berdua dengan cowok lain. Aku takut akan terjadi tindakan asusila.
  • poisoning the well: Tentu saja hanya orang yang menjunjung tinggi kesetiaan yang tidak mau makan berdua dengan cowok lain.
  • the slippery slope: Aku tidak mau makan berdua dengan cowok lain. Setelah makan berdua, dia mengajak nonton, setelah berhasil mengajak nonton, dia mengajak aku check in di hotel dsb.
  • argumentum ad antiquam: Kata nenek, bila jalan berdua saja dengan lawan jenis, itu bahaya!
  • dicto simpliciter: Tentu saja saya tidak mau makan berdua dengan cowok lain, Seluruh kasus pemerkosaan dilakukan oleh cowok.
  1. 2. Beberapa orang penganut sex bebas menganggap pernikahan itu hanya sekedar legalitas untuk melakukan persetubuhan. Tetapi orang yang dituduh memberi alas an: pernikahan tidak hanya seks tapi cinta dan membangun keluarga yang harmonis. Temukan Fallacy orang yang sering menghina pernikahan sebagai legalitas saja (penuduh)!   
  • Tanggapan
    • existential fallacy: Semua pernikahan dilakukan untuk melegalitas hubungan persetubuhan. Beberapa orang menikah hanya untuk melegalitas hubungan persetubuhan.
    • false conversion: Semua yang menikah membutuhkan seks. Semua yang membutuhkan seks menikah.
    • concealed quantification: Orang-orang yang menikah, hanya untuk melegalitaskan persetubuhan
    • argumentum ad lapidem: Pokoknya menurut saya, pernikahan hanya sebagai legalitas melakukan persetubuhan.
    • one-sided assessment: Aku tidak akan menikah. Orang yang menikah hanya menginginkan seks dan menyembunyikan maksudnya untuk melakukan seks dengan pernkahan.
    • the straw man: Pernikahan hanya sebagai kedok untuk melegalkan persetubuhan. Lihat saja orang yang melakukan poligami.
    • unobtainable perfection: Untuk apa adanya pernikahan kalau akhirnya ada perselingkuhan
    • poisoning the well: Hanya orang bodoh yang tidak sadar bahwa pernikahan hanya sebagai kedok untuk melegalkan persetubuhan.
    • argumentum ad verecundiam: Saat ini ratusan ahli hukum ternama mengakui bahwa pernikahan hanya sebagai legalitas persetubuhan.
    • argumentum ad antiquam: Sejak dulu pernikahan dilakukan supaya bisa “bebas” melakukan persetubuhan dengan pasangan
    • apriorism: Tidak perlu dicari dalam undang-undang mengenai pernikahan, sudah jelas bahwa pernikahan untuk melegalitas persetubuhan.
  1. 3. Kita harus meningatkan komik Indonesia Contoh: Knight of Appocalypse yang menggunakan cerita Indonesia, gambar Jepang. Bagaimana komik disebut komik Indonesia? Analoginya seperti pemain bulu tangkis dari Indonesia. Apabila komik itu bergambar Jepang tapi jika yang membuat adalah orang Indonesia, itu adalah komik Indonesia. Temukan Fallacy Perkataan orang mengenai bagaimana komik disebut komik Indonesia atau bukan!  
  • Tanggapan

ü      false conversion: Hasil karya Indonesia adalah buatan orang Indonesia. Hasil buatan orang Indonesia adalah hasil karya Indonesia. (Hal ini belum tentu. Sebagai contoh: Anggun yang memiliki darah Indonesia membuat album di Paris. Itu akan diklaim sebagai hasil karya Paris meskipun Anggun berdarah Indonesia asli).

ü      undistributed middle: Orang Indonesia menggambar komik Jepang. Orang Jepang menggambar komik Jepang. Orang Indonesia adalah orang Jepang. (tidak bisa disamakan bahwa orang Jepang adalah orang Indonesia, Orang Indonesia menggambar komik Indonesia, sedangkan orang Jepang menggambar komik Jepang)

ü      every schoolboy knows: Bahkan anak kecilpun tahu jika komik yang dibuat oleh orang Indonesia adalah hasil karya Indonesia (Kita dipaksa untuk percaya agar tidak terlihat idiot padahal belum tentu benar)

ü      the genetic fallacy: Menurut ahli seni XX bahwa karya Indonesia adalah hasil yang dibuat oleh orang Indonesia. (belum tentu tapi kita tidak sadar dipaksa untuk mempercayainya karena ada sumber)

ü      analogical fallacy: Analogi pemain bulu tangkis dari Indonesia dan penulis komik dari Indonesia. (Kedua hal ini tidak dapat dianalogikan karena memang bulu tangkis bukan berasal dari Indonesia, tapi pemain Indonesia yang menang akan disebut perwakilan Indonesia (orangnya). Sedangkan komik yang dibuat oleh orang Indonesia dengan menggunakan gambar Jepang / bukan gambar Indonesia itu akan disebut perwakilan Indonesia (orang yang membuat komik) sedang komiknya adalah hasil karya orang Indonesia atas adopsi dari gambar Jepang).

  1. 4. Jelaskan “tahu” itu apa?
  • Tanggapan

Tahu adalah suatu keadaan dimana manusia mengerti / paham mengenai suatu objek tapi belum tentu kebenarannya. Kebenarannya dapat dicari dengan eksperimen dan pengamatan yang selanjutnya akan menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari oleh setiap orang. Dari yang kita “tahu” tersebut dapat memberikan 2 efek yang berbeda yaitu;

Positif > apabila yang kita ketahui tersebut memberikan manfaat bagi kehidupan kita.

Negatif > apabila kita tidak sadar bahwa yang kita ketahui menjerumuskan kita tapi kita malah berlama-lama di dalamnya. .

Seseorang dapat menge“tahu”i melalui keseluruh panca indera yang dimiliki. Contoh: Melalui mata kita dapat tahu warna apel adalah merah. Itu akan disimpan di dalam memory otak kita. Apabila suatu saat kita menemukan apel yang berwarna hijau. Kita membuka memory otak kita yang lampau mengenai warna apel yang merah. Di sana kita mengolah otak untuk membandingkan mana yang benar tentang apel yang kita ketahui. Setelah kita menemukan jawabannya, kita akan menyimpannya kembali ke dalam otak bahwa warna apel tidak hanya merah tetapi ada yang hijau.

  1. 5. Nyata itu apa? Apakah mencari susunan string dalam phi termasuk menghindari kenyataan?
  • Tanggapan

Nyata (Real dalam bahasa Inggris) adalah sesuatu yang dapat dideteksi (menurut fisika). Sesuatu yang dapat dideteksi tersebut haruslah dapat dideteksi dari sudut padang orang yang mengalaminya. Sesuatu yang nyata adalah sesuatu yang jelas pada dimensi kita berpijak.

Susunan string dalam phi memang termasuk menghindari kenyataan. Manusia yang mencari-cari seolah-olah phi memiliki pattern padahal tidak. Segala sesuatu di dunia ini memang nyata sesuai dengan dimensi kita berada saat ini. Apabila kita menghubungkan hal ini dengan phi, Ini sangat tidak dapat dinalar oleh logika. Phi merupakan deretan angka yang ditemukan BUKAN untuk menjelaskan segala sesuatu yang ada di dunia ini. Tetapi phi telah ditemukan untuk mengembangkan teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Contoh: menghitung luas lingkaran yang menggunakan phi.

  1. 6. Cari masalah lain yang beda total dalam proses programnya padahal outputnya sama (Contoh: Mac vs Pc)
  • Tanggapan

Kamera Polaroid Vs kamera digital. Sama-sama kamera yang dapat menghasilkan foto. Mendapat gambar dengan cara menarik pemantik kamera dan melalui kertas pencetak foto keduanya dapat menghasilkan gambar yang sama. Tetapi proses di dalamnya sangat berbeda sekali. Kamera Polaroid memproses foto di dalam badan kamera setelah itu langsung mencetaknya ke dalam kertas. Sementara kamera digital mengumpulkan pixel-pixel sehingga membentuk sebuah foto yang dapat kita lihat sebelum kita mencetaknya.

  1. 7. Argumentum ad lapidem (kepala batu) > membuat pikiran sesorang menjadi macet. Sekarang usulkan cara agar kalian tidak kepala batu?
  • Tanggapan

Menyadari secara pribadi bahwa segala sesuatu yang ada di dunia perlu bukti konkrit agar dapat dipercaya. Perlu adanya eksperimen dan pengalaman yang menyatakan bahwa hal tersebut dapat dipercaya. Kita juga perlu mendengar pendapat dari orang lain yang mungkin dapat memberikan inspirasi bagi kita memecahkan suatu permasalahan. Sebagai contoh: Albert Einstein yang pernah mengalami “stop penelitian” diduga karena Argumentum ad lapidem. Pendapat yang berkembang belakangan ini, Einstein menderita autisme (http://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein.) suatu keadaan dimana tidak dapat bersosialisasi dan tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri. Akibatnya dia merasa “pokoknya” aku yang paling benar tanpa melihat fenomena sekitar. Hal ini menyebabkan beliau tidak bisa menemukan “penemuan-penemuan ajaib” lagi.

Juni 5, 2009

Pertemuan Keduabelas

Filed under: Kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan — g00db0y90 @ 5:05 pm

MODEL

1. Definsi Model

Perwakilan / mewakili yang diwakili

2. Tujuan Model (biasanya dilakukan dengan simulasi)

Understanding / Prescription

Prediction (meramalkan)

3. Validasi Model

Real World > Model > test > modify > model

4. Tipe-tipe Model

Model dibagi menjadi 2 bagian yaitu:

  • Physical

a.      Iconic: dahulu dirupakan sebagai patung kecil yang dapat merepresentasikan sesuatu semirip mungkin. Contoh: patung Sphynx

b.     Analog. Contoh: bentuk kurva.

  • Symbolic (benda tidak kelihatan persis ada)

a.     Verbal. Contoh: cerita, penjelasan, kartu.

b.     Mathematical. Contoh: rumus matematik

5. Beberapa Pembagian yang lain

  • Analytic. Contoh: rumus untuk menghitung luas persegi panjang= panjang x lebar. Apabila tahu panjang dan lebar, kita akan otomatis tahu Luas persegi panjang itu.
  • Numeric. Contoh: menghitung luas tidak menggunakan rumus tapi mencarinya dengan menghitung luasan di bawah kurva (integral).
  • Deterministik. Sesuatu yang pasti. Contoh: menjatuhkan bola 3x maka bola akan menyentuh lantai 3x.,membuat pembukuan.
  • Probabilistik. Kemungkinan yang tidak jelas. Contoh: melempar sebuah dadu, kita tidak tahu akan keluar berapa pada lemparan pertama tapi kita dapat menghitung probabilitas (kemungkinan).
  • Static. Tidak ada feedback. Contoh: saat mendorong mobil yang sedang mogok. Kita pasti mendorong ke depan saja (tidak menariknya).
  • Dynamic. Ada feedback. Contoh: pada saat bermain layang-layang. Kita menarik-ulur layang-layang untuk menerbangkannya. Ada tarikan dan uluran (feedback).

REAL WORLD

MODEL

TEST

MODIFY

IF Req

Observation

measurement

Observation

measurement

Pertemuan Kesebelas

Filed under: Kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan — g00db0y90 @ 3:18 pm

Lanjutan FALLACIES OF REASONING

(Kesalahan-kesalahan dalam menalar logika)

Informal Fallacy (relevance – ommision) dibagi menjadi beberapa macam yaitu:

  • bogus dilemma > Seolah-olah hanya itulah pilihannya
  • concealed quantification > Pemberian atribut yang tidak jelas, apa ke seluruh kelas, atau beberapa anggotanya saja
  • damning the alternatives > Seolah-olah satu pilihan benar karena pilihan yang lain salah
  • definitional retreat > Membela diri dari bantahan dengan mengubah definisi
  • extensional pruning > Membela diri dari bantahan dengan definisi tidak umum (atau arti literal)
  • argumentum ad ignoratiam > Menyalahkan atau membenarkan klaim atas tidak adanya bukti
  • argumentum ad lapidem > Kepala batu
  • argumentum ad nauseam > Menggunakan perulangan agar terlihat benar
  • one-sided assessment > Hanya melihat satu sisi masalah
  • refuting the example > Menolak klaim dengan pernyataan yg bukan inti permasalahan
  • shifting ground > Menyangkal dg alasan bahwa klaim awal bukan seperti itu maksudnya
  • shifting the burden of proof > Mengalihkan tanggung jawab atas bukti
  • Special Pleading > Menuntut double standar
  • the straw man > Bila tidak bisa membantah, hajar versi extremenya
  • the exception that proves the rule > Perkecualian yg malah digunakan utk membenarkan
  • trivial objections > Menyalahkan sesuatu yg jauh hubungannya, atau masalah-masalah sepele
  • unaccepted enthymemes > Menggunakan enthymemes utk argumen
  • unobtainable perfection > Menyalahkan karena tidak sempurna

Informal Fallacy (relevance – intrusion) dibagi menjadi beberapa macam yaitu:

  • blinding with science > Menggunakan istilah ilmiah agar terlihat seolah benar
  • argumentum ad crumenam > Kebenaran ditentukan oleh uang
  • emotional appeals > Memanfaatkan emosi untuk mempengaruhi pendapat
  • every schoolboy knows > Lebih baik kamu setuju daripada dibilang oon
  • the genetic fallacy > Menilai kebenaran argumen berdasar siapa sumbernya
  • argumentum ad hominem [abussive] > Menyerang orangnya, bukan pendapatnya
  • argumentum ad hominem [circumstancial] > Mempengaruhi pendapat dengan memanfaatkan posisi/kepentingan lawan
  • ignoratio elenchi > Membenarkan satu pendapat karena berhasil membenarkan pendapat yg lain
  • irrelevant humour > Guyonan digunakan untuk mengalihkan perhatian
  • argumentum ad lazarum > Orang miskin tidak selalu lebih baik daripada orang kaya
  • loaded words > Mempengaruhi pendapat dengan kata-kata heboh penuh prasangka
  • argumentum ad misericordiam > Mempengaruhi pendapat berdasar kasihan
  • poisoning the well > Menyerang sebelum lawan memberikan argumennya
  • the red herring > Memberi fakta lain yg tidak berhubungan dan membuat kesimpulan tak tercapai
  • the runaway train > Membawa argumen ke hal-hal yg jauh
  • the slippery slope > Menganggap satu tahap pasti diikuti tahap-tahap berikutnya
  • tu quoque > Menentang pendapat dg menyalahkan lawan bahwa dia juga demikian
  • argumentum ad verecundiam > Menggunakan autoritas palsu
  • wishful thinking > Menentang/menyetujui pendapat berdasar keinginan kita.

Informal Fallacy (relevance – presumption) dibagi menjadi beberapa macam yaitu:

  • abussive analogy > Menggunakan analogi yg melecehkan
  • accident > Perkecualian dianggap pembenaran
  • analogical fallacy > Menggunakan analogi yang tidak tepat
  • argumentum ad antiquam > Menganggap bagus karena kuno
  • apriorism > Sok tahu lebih dulu
  • bifurcation > Membatasi cuma 2 pilihan
  • circulus of probando > Logika berputar-putar
  • complex questions (plurium interrogationum) > Menggabung beberapa pertanyaan sehingga tidak bisa sekedar dijawab Ya atau Tidak
  • cum hoc ergo propter hoc > Sesuatu yg terjadi bersamaan seolah berhubungan
  • dicto simpliciter > Generalisasi berlebihan
  • ex-post-facto statistics > Menganggap hebat sesuatu kebetulan setelah hal itu terjadi
  • the gambler’s fallacy > Kesalahan memahami peluang hal yg berurutan
  • non-anticipation > Kalau memang demikian, tentu sudah sejak dulu ada tindakan
  • argumentum ad novitam > Menganggap yg baru itu lebih benar
  • petitio principii > Membuat argument yg berisi kesimpulan yg kita inginkan
  • post hoc ergo propter hoc > Kejadian yg berurutan dianggap berhubungan
  • secundum quid > Generalisasi yg terlalu cepat
  • argumentum ad temperantiam > Menganggap jalan tengah selalu yang terbaik

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.